Home

Pencanangan Zona Integritas PDF Cetak Email
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 24 Juni 2019 00:00

Pengadilan Agama Pamekasan Deklarasikan Zona Integritas Bebas dari Korupsi

Zona integritas menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah bersih melayani saat ditandatangani di kantor Pengadilan Agama (PA) Pamekasan, Jum'at (21/6).

 

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Deklarasi Pencanangan Zona Integritas Pengadilan Agama (PA) Pamekasan menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM), dihelat Jum’ at (2/6) di kantor PA. Pamekasan.

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Pamekasan Raje'e, Ketua PA. Pamekasan beserta jajarannya serta seluruh pegawai Pengadilan Agama beserta jajarannya.

Wakil Ketua PA Pamekasan Imam Farok menyampaikan, pencanangan zona integritas merupakan langkah awal untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan pada PA. Sebab, saat ini merupakan zaman penuh digital, yang perlu diantisipasi dengan ketepatan kelihaian berfikir serta mengikuti perkembangan zaman.

“Kami selaku wakil ketua PA baru mengucapkan terima kasih atas partisipasinya, kami tidak bisa sempurna kecuali ada dukungan dari pihak luar,” katanya, Jumat (21/6).

 

Dalam sambutan tersebut, Imam Farok juga mengutip kalimat dari Sayidina Ali bin Abi Thalib, bahwa ada lima penyakit yang harus dihindari dalam mengantisi korupsi. Antara lain, bersih melayani, merasa puas dengan kebodohannya, rasa kikir terhadap kelebihan yang diberikan kepada Allah, riya’ dalam beramal, rakus dan tamak keduniaan, kemudian rasa membanggakan diri.

“Kita sudah panya tugas masing masing jangan pernah melihat yang lain. Kerjakan apa yang menjadi pekerjaannya, sampaikan amanah yang perlu disampaikan, misalnya anggaran di masing-masing harus transparan,” paparnya.

Selain itu, istiqomah dalam melakukan hal apapun, misalnya ikhlas, semangat, terarah, qonaah, amanah, manfaat, agamis, humanis. Hal tersebut merupakan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi, sehingga menuju bersih melayani.

“Ini merupakan tugas kita bersama tak terkecuali di pengadilan agama untuk kita sama sama mensukseskan zona integritas seperti dalam slogan Pamekasan hebat yakni punya andil atau kontribusi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pamekasan Raja’e berharap, PA Pamekasan dapat menghindari praktik korupsi itu dengan mengedepankan tertib administrasi. Sebab, pernikahan harus didasari dengan pembukuan secara kenegaraan, dalam artian tidak menikah secara siri. Raja’e juga siap bekerja sama dengan baik terhadap program-program PA yang dapat dikerjasamakan.

“Harus sah secara dalam pandangan agama dan pandangan negara,” tuturnya. Di akhir sambutannya, Raja’ e mengucapkan selamat atas ditangguhkannya zona integritas. Dia berharap, Kabupaten Pamekasan menjadi percontohan di Madura. “Semoga terus senantiasa istiqomah dalam hal melakukan kebaikan,” pungkasnya. (km45/waw)

Sumber : kabarmadura.id

LAST_UPDATED2
 
Indeks Kepuasan Masyarakat
 

Who's Online

Ada 8 tamu online

__

Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.